MEMETIK RAMBUTAN DI KEBUN SEMFUCK

Standard

Selasa ( 06-Januari-2009 ) adalah hari libur untuk minggu tenang oleh karena itu saya memutuskan untuk pergi ke rumah Wisnu SEMFUCK yang berlokasi di Kasihan Bantul yang lokasinya tidak jauh dari rumahku. Sesampainya di rumah Wisnu, saya mendapati Wisnu dengan wajah yang kucel, acak-acakan persis seperti sempak ( baca: kolor ) yang belum dicuci selama tujuh hari tujuh malam. Setelah bertemu, Wisnu mempersilakanku untuk masuk sambil menunggunya mandi. Sambil menunggu Wisnu mandi saya memutuskan untuk membaca buku yang ada di kamarnya. Setelah beberapa kali membolak-balik buku Wisnu belum juga selesai mandi. Ternyata lama juga Wisnu saat mandi. Saya baru ingat bila hobi dari Wisnu adalah mandi besar .

Setelah selesai mandi Wisnu mengajak saya untuk memetik buah rambutan yang berada di kebun depan rumahnya. Disini mala petaka datang kepadaku. Wisnu mengajakku bertanding memetik rambutan dengan tangan kosong. Ok, aku meyanggupinya. Kami berdua pun berputar memilih posisi yang tepat untuk memetik rambutan. Aku mencoba melompat untuk mendapatkan rambutan yang sudah aku pilih tetapi banyak yang gagal, alhasil aku kalah. Dengan kekalahanku ini Wisnu Semfuck menertawakanku dengan penuh rasa bahagia dan berkata “ Wisnu si Raja Kungfu. Hahahaha….. “.

“ Oke. Tunggu pembalasanku, Nu ”. gumamku dalam hati.

Akhirnya kami memutuskan untuk memetik rambutan dengan genter/sengget ( baca: tongkat ) supaya mendapat buah lebih banyak. Setelah puas makan rambutan kami masuk kembali ke dalam rumah.

Wisnu kembali sibuk mengutak-atik laptopnya, dia sibuk menginstall ulang sistem operasi windows pada laptopnya. Untuk mengisi waktu menunggu proses installasinya selesai Wisnu memintaku untuk melihat-lihat film yang ada di laptopku. Setelah melihat-lihat koleksi film yang ada di laptopku Wisnu memilih film “ Maju Perut Pantat Mundur “ dan “ Catch Me if You Can “.

Selesai menonoton film kira-kira sekitar jam setengah lima sore saya memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang saya berpamitan terlebih dahulu kepada orang tua Wisnu Semfuck. Saya merasa terkejut ketika akan naik motor, karena di motor saya sudah ada bungkusan plastik putih yang isinya buah rambutan. Akhirnya aku bisa mendapatkan rambutan tersebut tanpa susah payah harus mengeluarkan semua jurus-jurusku. Untuk rambutan ini aku sangat berterima kasih kepada kedua orang tua Wisnu. Mungkin lain waktu bisa maen lagi dan memetik buah yang lebih banyak lagi. Terima Kasih untuk Wisnu Sekeluarga.

Advertisements

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s